Mulai Tanggal 4 Maret 2012 RS. Mata AINI membuka Pelayanan Rawat Jalan hari Minggu / SUNDAY CLINIC, Mulai Pukul 09.00 - 14.00 WIB, Informasi & Pendaftaran Hubungi 021-5256228, 5271675 Ext.101/102
www.rsmataaini.co.id

Posted by: Marketing3_AINI  :  Category: Uncategorized

Pelatihan Deteksi Dini Gangguan Pelatihan Mata Anak

Posted by: Marketing3_AINI  :  Category: Uncategorized

Kegiatan Pelatihan Deteksi Dini Gangguan Penglihatan Mata Anak dengan tema “Menurunkan Angka Kebutaan Melalui Deteksi Dini Kelainan Mata Anak Sekolah Dasar”. Pada hari Selasa, 14 Februari 2012 bertempat di Aula Rumah Sakit Mata AINI Prof. Dr. Isak Salim.
Diikuti oleh 50 orang peserta yang terdiri dari Guru Sekolah Dasar, Petugas Unit Kesehatan Sekolah dan PUSKESMAS Kecamatan Setiabudi dan Tebet Jakarta Selatan.

Pemeriksaan mata gratis dan bantuan kaca mata

Posted by: Marketing3_AINI  :  Category: Uncategorized

Sebagai bentuk program sosial Rumah Sakit Mata AINI mengadakan pemeriksaan mata dan bantuan kaca mata bagi Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama 5, bertempat di jl. Swadaya Raya Duren Sawit Jakarta Timur, pada hari kamis,tanggal 17 November 2011.

Peringatan WORLD SIGHT DAY di RS MATA AINI

Posted by: Marketing3_AINI  :  Category: Home

Hari Penglihatan Sedunia adalah hari dimana kesadaran masyarakat kembali diingatkan akan perhatian dunia terhadap kebutaan, kelainan penglihatan, rehabilitasi kelainan penglihatan yang diperingati setiap hari Kamis minggu kedua di Bulan Oktober yang diperingati di seluruh dunia oleh semua partisipan yang terlibat dalam pencegahan kelainan penglihatan dan pengembalian penglihatan. Ini merupakan kegiatan pendukung dalam pencegahan kebutaan dan untuk mencapai Visi 2020: “Hak untuk Melihat”, sebuah upaya global untuk mencegah kebutaan yang dimulai oleh Badan Kesehatan Dunia dan Badan Internasional untuk Pencegahan Kebutaan.
Pada Peringatan Hari Kesehatan Mata Sedunia tahun 2011 ini, Rumah Sakit Mata Aini (RSMA) menyelenggarakan serangkaian kegiatan atau acara yaitu bakti sosial operasi katarak, peluncuran pusat layanan mata anak/pediatric ophthalmology dan secara khusus mengadakan Lomba Menggambar untuk anak-anak dan Talk Show untuk orang tua peserta, diharapkan malalui acara tersebut dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan mata, khususnya kesehatan mata anak melalui deteksi dini kelainan mata pada anak.
Acara peringatan hari penglihatan sedunia World Sight Day yang berlangsung pada hari Sabtu, tanggal 29 Oktober 2011 di Aula Rumah Sakit Mata AINI, diikuti oleh puluhan pelajar tingkat Sekolah Dasar di DKI Jakarta dan sekitarnya. Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Ibu Linda Amalia Sari Gumelar, WHO Consultant For NCD dr. Hernani Djarir, Utusan Khusus Presiden RI untuk MDG’s sekaligus Ketua Yayasan AINI Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek, SpM(K), Jajaran Komisaris, Yayasan dan Direksi Rumah Sakit Mata AINI, Perwakilan Bank BRI, Perwakilan Bank Mata Indonesia Cabang DKI Jakarta serta tamu undangan lainnya.

Direktur Utama Rumah Sakit Mata AINI, Prof. Dr. dr. Farida Sirlan, SpM dalam sambutan pembukaan acara tersebut, mengharapkan adanya suatu komitmen dari pemerintah dan WHO terhadap kesehatan mata. Dari data didapat bahwa kebutaan di Indonesia menempati peringkat kedua di dunia setelah Afrika yaitu Ethiopia, kemudian kelainan refraksi pada anak sekitar 15%, dan ada 2 juta penduduk yang mengidap buta katarak, hal tersebut disebabkan karena kurangnya kesadaran masyarakat mengenai kesehatan mata. Oleh karena itu Rumah Sakit Mata AINI sebagai rumah sakit swasta akan membantu, berpartisipasi dan memberikan kontribusi kepada pemerintah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mata melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan secara berkelanjutan.
Rumah Sakit Mata AINI menanggapi serius tentang pentingnya penglihatan anak, seorang anak bila terganggu penglihatan matanya dan tidak diatasi, kecacatan tersebut akan berdampak pada masa depannya dalam arti jika dibiarkan generasi mendatang kualitas hidupnya menurun, dalam rangka itu Rumah Sakit Mata AINI ingin membantu mencegah penurunan kualitas hidup generasi mendatang, dengan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini kelainan pada mata anak.
Pada lomba gambar dalam acara peringatan World Sight Day ini diharapkan peserta yang merupakan anak-anak siswa Sekolah Dasar, tidak lagi takut kepada dokter mata dan anak-anak dapat mengenal peralatan pemeriksaan mata. Pada kesempatan ini anak-anak juga diperiksa tajam penglihatannya dengan cuma-cuma dan orang tua mendapatkan talk show mengenai deteksi dini kesehatan mata pada anak-anak. Acara yang diadakan Rumah Sakit Mata AINI tersebut diharapkan dapat digetuk tular atau disebarluaskan kepada masyarakat luas dan berkesinambungan. Rumah Sakit Mata AINI juga secara terbuka akan membantu memberikan edukasi maupun pelatihan deteksi dini kelainan mata pada anak kepada orang tua maupun pelaksana dinas pendidikan.
Kegiatan peringatan penglihatan sedunia World Sight Day oleh Rumah Sakit Mata AINI mendapatkan apresiasi dan sambutan yang baik oleh perwakilan WHO untuk Indonesia dalam sambutannya yang diwakili oleh dr. Hernani Djarir WHO Consultant For NCD.
Hal senada juga disampaikan oleh Ibu Linda Amalia Sari Gumelar, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia dalam sambutannya di acara pembukaan peringatan World Sight Day oleh Rumah Sakit Mata AINI dan juga kepada WHO, yang selalu berfikir melakukan kegiatan-kegiatan untuk sosialisasi tentang deteksi dini penyakit mata dan juga mengajak anak sebagai generasi penerus bangsa untuk mulai peduli, dan menjaga dirinya serta paham bahwa mata itu suatu hal yang sangat perlu disyukuri dengan cara bagaimana kita bisa memberikan asupan makanan yang baik, merawat mata dengan baik, dengan kegiatan-kegiatan yang biasa dilakukan. Ibu Linda Amalia Sari Gumelar juga memberikan pesan khusus untuk orang tua anak, selain memberikan asupan makanan yang baik diperlukan juga suatu perhatian yang khusus kepada anak dalam kegiatannya di sekolah, dimana bila terjadi penurunan prestasinya, bukan karena kecerdasannya tapi karena kekurangan pada kesehatan matanya. Melalui kesempatan tersebut juga Ibu Linda Amalia Sari Gumelar menyampaikan akan ikut membantu mendorong pemerintah bagaimana untuk lebih serius lagi menangani masalah kebutaan atau penyakit mata, dan harapannya terhadap kegiatan yang diselenggarakan oleh Rumah Sakit Mata AINI tersebut dapat bermanfaat bagi semua pihak.
Ibu Linda Amalia Sari Gumelar dalam kesempatan tersebut menyatakan, Pemerintah dalam hal ini Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia melalui Deputi Tumbuh Kembang Anak, akan membantu untuk sosialisasi kepada masyarakat umum dan bekerjasama dengan semua pihak terkait dalam bentuk-bentuk sosialisasi yang lebih luas. Tambahnya, juga mengajak untuk bergandengan tangan, Pemerintah tidak mungkin melakukan sendiri perlunya peran swasta dan semua pihak masyarakat umum, agar dalam tumbuh kembangnya anak tidak terjadi hal yang tidak diharapkan.

Acara Peringatan Hari Penglihatan Sedunia di tandai dengan penyerahan plakat sebagai bentuk penghargaan Rumah Sakit Mata AINI atas pertisipasi dan dukungan Pemerintah, WHO dan Pihak Sponsor yang ikut membantu terselenggaranya acara World Sight Day 2011 di Rumah Sakit Mata AINI.
Usai pembukaan acara peringatan penglihatan Sedunia, acara dilanjutkan dengan Talkshow yang diisi oleh narasumber Dokter Spesialis Mata Rumah Sakit Mata AINI, a.l Prof. Dr. dr. Farida Sirlan, SpM; Dr. Zainal Azhar, SpM; Dr. Setiowaty, SpM; Dr. Adhi Wicaksono, SpM. Talkshow yang bertemakan “Deteksi Dini Kelainan Mata pada Anak”, dimaksudkan untuk memberi informasi dan edukasi serta untuk meningkatkan kesadaran tentang kesehatan mata anak kepada peserta terutama orang tua anak.

Sementara itu acara lomba gambar diikuti dengan antusias oleh para peserta, Lomba Gambar yang bertemakan “Mataku Sehat, Aku Kreatif”, dibagi atas dua kategori; kategori A merupakan siswa Sekolah Dasar kelas satu hingga kelas tiga dan kategori B yang merupakan siswa Sekolah Dasar kelas empat hingga kelas enam. Masing-masing peserta mengeluarkan imajinasinya yang dituangkan dalam selembar kertas dengan penuh semangat dan kreatifitas tinggi. Usai melalui penjurian didapat nama pemenang antara lain; kategori A Juara I a.n Ardelia Radya Cahyawati, Juara II Vania Archardiva Kusuma, Juara III Naufalijihad Zufar Deznady. Dan juara Harapan Kategori A Juara Harapan I a.n Erica Theresia, II Syanindita Almira, III Devi. Sedangkan untuk kategori B Juara I a.n Jessica Tania, Juara II Nadhifa Zachra Deznady, Juara III Lulu Anisa. Dan Juara Harapan Kategori B Juara Harapan I a.n Perdana Priambudi, II Rifda Humaira, Masyita Deta Rahadiani.

BAKTI SOSIAL OPERASI KATARAK GRATIS

Posted by: admin  :  Category: Home

BAKTI SOSIAL OPERASI KATARAK GRATIS BAGI WARGA KURANG MAMPU
KERJASAMA PERDAMI, RUMAH SAKIT MATA AINI DAN SIDOMUNCUL

Menurut data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 1996, angka kebutaan di Indonesia mencapai 1,5 persen atau lebih dari dua juta orang buta atau tunanetra di Indonesia. Angka ini cukup tinggi di Asia.

Sebagai perbandingan di Bangladesh angka kebutaan 1 persen, di India 0,7 persen, dan Thailand 0,3 persen. Dari survei ini, penyebab utama kebutaan di Indonesia adalah penyakit katarak (0,78 persen), disusul penyakit glaukoma (0,12 persen), kelainan refraksi (0,14 persen), dan penyakit lain terkait usia lanjut (0,38 persen).

Besarnya jumlah penderita katarak di Indonesia berbanding lurus dengan jumlah penduduk usia lanjut pada tahun 2000 yang diperkirakan sebesar 15,3 juta (7,4 persen dari total penduduk).

Insidensi katarak di Indonesia sendiri mencapai angka yang memprihatinkan, dimana setiap tahun muncul kasus-kasus baru katarak sebanyak 210.000 orang. Namun, yang bisa direhabilitasi dengan operasi katarak hanya lebih kurang 120.000orang per tahun.

Hal ini menyebabkan timbulnya “cataract backlog“, atau penumpukan penderita katarak yang cukup tinggi. Tentunya ini tidak hanya menjadi masalah medis atau klinis, namun memasuki ranah sosial, menganggu produktivitas, kinerja dan mobilitas penderitanya, juga menimbulkan dampak sosial ekonomi bagi lingkungan, keluarga, masyarakat, dan negara.

Dalam rangka membantu program pemerintah dalam mengatasi kebutaan, PERDAMI, Rumah Sakit Mata AINI dan PT. Sido Muncul, menggelar bakti sosial operasi katarak gratis bagi warga kurang mampu pada hari Selasa, 9 September 2011. Bertempat di Auditorium lantai 5, dengan dihadiri oleh Sekretariat Jendral Kementerian Kesehatan RI Ibu Ratna Rosita, MPH.M, Tokoh Masyarakat Bapak Hendardji Soepandji, Ketua PERDAMI Prof. DR.Dr. Nila F Moeloek, SpK.M (K), Ketua PMI Bapak Yusuf Kalla, Direktur Utama PT. Sido Muncul Bapak Irwan Hidayat dan Tentunya Direktur Utama Rumah Sakit Mata AINI Prof. DR. Dr. Farida Sirlan, Sp. M.

Acara ini juga dihadiri oleh tamu undangan, pasien yang telah dioperasi maupun pasien yang akan menjalani operasi katarak gratis serta wartawan dari media cetak dan elektronik.

Acara dibuka dengan sambutan dari Direktur Utama PT. Sido Muncul Bapak Irwan Hidayat, sambutan Ketua PERDAMI, sambutan SekJen Kemenkes RI, sambutan Tokoh Masyarakat dan sambutan dari Ketua PMI, dilanjutkan dengan penyerahan simbolik bantuan operasi mata serta kenang-kenangan dari PT. Sido Muncul, kemudian ditutup dengan testimoni dari pasien yang telah dioperasi dan peninjauan langsung aktivitas screening pasien.

Sebelumnya acara ini telah didahului dengan pemberian tausiyah oleh Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Drs. H. Misbach Malim, Lc. M.Sc kepada tamu undangan.

Penyakit buta katarak semakin banyak menyerang masyarakat, seiring dengan bertambahnya warga lansia untuk itu jangan terlambat memeriksakan mata dan lakukan operasi jika mengalami katarak, sebelum menjadi buta. Penyakit katarak bisa disembuhkan.

Gallery

Peresmian Layanan Kesehatan Mata Anak

Posted by: admin  :  Category: Home

Kemampuan penglihatan seseorang di masa dewasa, sesungguhnya ditentukan oleh perkembangan fungsi penglihatannya di masa kanak-kanak. Gangguan yang berhubungan dengan organ penglihatan di masa tumbuh kembang (anak-anak), apa bila tidak ditangani sebagimana mestinya, akan menyebabkan kecacatan yang permanen di kemudian hari, baik kecacatan yang bersifat organik ataupun yang bersifat fungsional yang akan mempengaruhi masa depan anak, baik di keluarga maupun di masyarakat. Hal tersebut memperlihatkan, betapa pentingnya pemeliharaan kesehatan mata pada masa anak-anak karena akan menentukan bagaimana fungsi penglihatannya di kemudian hari.

Untuk itu, dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang diperingati setiap tanggal 23 Juli, maka pada hari Sabtu, tanggal 30 Juli 2011 lalu, Rumah Sakit Mata AINI telah meresmikan Pusat Layanan Kesehatan Mata Anak.

Peresmian tersebut ditandai dengan pengguntingan pita oleh Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo yang juga selaku Dewan Pembina Yayasan AINI didampingi oleh Utusan Khusus Presiden RI Untuk MDGs, Prof. DR. Dr. Nila F Moeloek, SpM – yang juga selaku Ketua Yayasa AINI, Prof. DR. Dr. Farida Sirlan, SpM selaku Direktur Utama Rumah Sakit Mata AINI. Acara ini juga dihadiri oleh para tamu undangan, antara lain: Direktur Rumah Sakit, Pejabat pemerintah setempat, Instansi Kesehatan Pemerintah setempat dan rekan media.


Usai peresmian, Bapak Fauzi Bowo menyempatkan berkeliling memeriksa ruang kesehatan mata anak, serta berbagai sarana dan fasilitas yang tersedia. Bapak Fauzi Bowo juga sempat berinteraksi dengan sejumlah pasien anak yang tengah memeriksakan matanya dan memberikan cindera mata.

                   
Pusat layanan Kesehatan Mata Anak ini memiliki nuansa yang dirancang khusus untuk anak, dengan desain animasi yang cerah dan menarik, permainan yang edukatif, playground yang luas dan apik, sehingga mampu menciptakan atmosfir yang membuat anak menjadi nyaman dan ceria, hingga tiba saatnya untuk menjalani pemeriksaan.