Artikel Kesehatan

Keratitis

Gejala yang paling sering ditemukan pada keratitis yaitu penurunan tajam penglihatan yang sering dirasakan sebagai buram atau berkabut. Ketika peradangan menyerang bagian permukaan kornea, maka keluhan akan disertai dengan nyeri tajam yang hebat dan sensitif terhadap cahaya, dan kadang merah dan berair. Peradangan pada lapisan kornea yang lebih dalam dapat memberikan keluhan hanya buram, tetapi mengancam kehilangan tajam penglihatan.

Keratitis didiagnosa dengan pemeriksaan lampu celah. Riwayat penyakit dan kondisi sistemik (diabetes, AIDS, keganasan) penting dalam penentuan diagnosis. Riwayat trauma biasanya akan menunjukkan benda asing dan erosi (lecet) kornea. Riwayat penyakit kornea berulang juga penting ditanyakan seperti pada keratitis akibat virus herpes simpleks. Penggunaan tetes mata sebelumnya harus ditanyakan seperti penggunaan kortikosteroid yang dapat memperberat infeksi bakteri atau jamur.


Penyebab keratitis dan penentuan terapi yang sesuai diketahui dengan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan kerokan dan kultur jaringan kornea. Pemeriksaan kerokan kornea yang diwarnai dengan pengecatan Gram dapat mengindentifikasi organisme, khususnya bakteri dan pengecatan KOH dapat mengidentifikasi organisme jamur. Kultur untuk jaringan kornea biasanya dilakukan saat pasien pertama kali datang. Terapi yang sesuai diberikan secepatnya setelah memperoleh hasil pemeriksaan penunjang.

Secara penyebab, keratitis dapat dibagi menjadi infeksi dan non infeksi. Keratitis infeksi dapat disebabkan oleh bakteri dan umumnya berkaitan dengan penggunaan lensa kontak harian atau jangka panjang. Keratitis jamur juga termasuk dalam keratitis infeksi. Jamur mencapai kornea melalui luka atau lecet kornea yang biasanya diakibatkan oleh trauma akibat goresan tanaman atau riwayat pembedahan sebelumnya. Angka kejadian keratitis jamur tinggi pada daerah tropis dan umumnya terjadi pada petani. Keratitis virus biasanya disebabkan oleh virus herpes simpleks, Keratitis herpes simpleks muncul dalam 2 bentuk: primer dan rekuren (berulang). Beberapa faktor dapat memicu berulangnya infeksi ini seperti trauma, pembedahan, menstruasi, infeksi lainnya, dan stres emosional. Keratitis infeksi Acanthamoeba biasanya berkaitan dengan pemakaian lensa kontak, atau juga bisa disebabkan oleh paparan air atau tanah yang terkontaminasi.
Jaringan parut merupakan komplikasi tersering dari keratitis dan menyebabkan penurunan tajam penglihatan yang berat jika jaringan parut berada di bagian tengah kornea. Keratitis infeksi yang tidak mendapatkan tata laksana sesuai dapat meluas hingga seluruh ketebalan kornea, atau mulai melibatkan jaringan di sekitarnya, serta beresiko perluasan infeksi hingga ke dalam bola mata atau kebocoran, atau keduanya, dan kemungkinan kehilangan bola mata. Pemeriksaan yang segera dilakukan ke dokter spesialis mata dapat mencegah resiko hilangnya tajam penglihatan akibat keratitis. Kepatuhan dalam menjalani pengobatan juga sangat mempengaruhi keberhasilan terapi dan luasnya jaringan parut.


Narasumber
dr. Yulia Aziza, SpM

 

 

 

RS MATA AINI

Extension Bulu Mata 2017-09-25 -
Peningkatan Mutu & Keselamatan Pasien 2017-09-15 -  INDIKATOR MUTU RUMAH SAKIT MATA AINI  A. INDIKATOR MUT...
HAK DAN KEWAJIBAN PASIEN 2017-09-09 - HAK PASIEN : Hak memperoleh informasi mengenai tata terti...

INFO RS MATA AINI

Retina 2015-11-06 - Retina adalah selaput halus yang melapisi bagian dalam mata ...
Glaukoma - dr. Suci Istiqa Mustafa. SpM 2017-04-18 - Menurut Badan Kesehatan Dunia atau WHO, glaukoma merupakan p...
Glaukoma 2015-11-06 - Apa itu glaukoma?Glaukoma adalah penyakit pada syaraf pengli...
Extension Bulu Mata 2017-09-25 -

RS MATA AINI | FACEBOOK