Artikel Kesehatan

Keratitis

Keratitis adalah peradangan pada kornea. Kornea merupakan jaringan transparan yang dilewati cahaya dalam proses penglihatan. Kornea berfungsi melindungi mata dari gangguan di lingkungan sekitar. Ketika kornea mengalami luka atau inflamasi, jaringan parut dapat terbentuk, dan bersifat permanen. Keratitis dapat mengancam penglihatan dan pada kasus yang berat dapat mengakibatkan kehilangan bola mata.
Data World Health Organization (WHO) menyebutkan terdapat 39 juta orang mengalami kebutaan. Kebutaan kornea menempati urutan kelima sebagai penyebab kebutaan penduduk di dunia setelah katarak, glaukoma, degenerasi makula, dan kelainan refraksi. Sedangkan di negara-negara berkembang beriklim tropis, kebutaan kornea merupakan urutan kedua setelah katarak sebagai penyebab kebutaan dan penurunan ketajaman penglihatan. Di Indonesia, berdasarkan Survei Kesehatan Indera tahun 1993-1996 didapatkan bahwa kelainan kornea menempati urutan kelima sebagai penyebab kebutaan setelah katarak, glaukoma, kelainan refraksi, serta gangguan retina.

Read more...

Glaukoma

Apa itu glaukoma?

Glaukoma adalah penyakit pada syaraf penglihatan yang menyebabkan luas pandangan menyempit dan dapat berkhir dengan kebutaan.

Penyakit ini dapat mengenai satu atau dua mata dan dapat terjadi pada segala umur, baik laki-laki atau perempuan. Di banyak negara termasuk Indonesia, glaukoma merupakan penyebab kebutaan nomor dua, setelah katarak


Bagaimana Mekanisme Terjadinya Glaukoma

Penyebab penyakit ini multi faktor. Tekanan bola mata yang meninggi merupakan faktor utama. Tekanan bola mata yang meninggi ini, paling sering disebabkan oleh hambatan pengeluaran cairan bola mata (humour aquous)

Read more...

Retina

Retina adalah selaput halus yang melapisi bagian dalam mata belakang. Retina merupakan saraf yang bersambung dengan otak melalui saraf ke-2 (dua) atau saraf optik. Apa yang kita lihat disekitar kita, dihantarkan melalui retina ke Otak sehingga kita dapat melihat dan mengerti apa yang dilihat. Jadi Retina sangat penting dalam proses penglihatan.

Read more...

PENYAKIT MATA DALAM KEHAMILAN

Selama masa kehamilan, dapat terjadi beberapa perubahan pada mata yang mungkin menyebabkan gangguan penglihatan. Hal ini dapat terjadi akibat adanya retensi cairan, peningkatan volume darah, fluktuasi hormon dan perubahan fisik lain selama kehamilan. Umumnya perubahan ini bersifat sementara dan segera kembali setelah bayi dilahirkan atau setelah menyapih anak dari proses menyusui. Selain itu umumnya perubahan yang terjadi  minimal dan tidak memerlukan penggantian ukuran kacamata. Meskipun demikian, tindakan bedah refraktif seperti LASIK tetap tidak boleh dikerjakan selama seorang wanita sedang hamil atau menyusui.

 Jika gangguan penglihatan dirasa cukup mengganggu, perlu juga dievaluasi adanya peningkatan tekanan darah yang cukup sering terjadi pada ibu hamil ataupun diabetes pada ibu hamil.

 Fluktuasi hormon yang terjadi juga dapat menyebabkan kondisi mata kering. Untuk meredakan keluhan ini, ibu hamil dapat meminta resep obat tetes mata lubrikan yang aman digunakan pada ibu hamil.

 Hal terakhir yang sering menimbulkan perdebatan adalah terkait mata minus pada ibu hamil. Ibu hamil dengan gangguan refraksi miopia (mata minus) tidak jarang dikonsulkan oleh dokter kandungan untuk evaluasi kondisi retina karena ditakutkan dapat terjadi robekan pada retina apabila pasien menjalani partus normal pervaginam. Terkait hal ini, telah dilakukan studi dan dipublikasikan dalam berbagai literatur yang menyatakan bahwa ibu hamil dengan mata minus tinggi dapat tetap menjalani partus normal pervaginam tanpa peningkatan risiko terjadinya robekan pada retina. Setiap pasien dengan mata minus tinggi memiliki risiko yg lebih tinggi untuk menderita ablatio retina (robekan pada retina) dan hal ini tidak berhubungan dengan cara ia melahirkan bayinya.

 Meskipun demikian, akan tetap lebih baik bila ibu hamil kontrol ke dokter spesialis mata sebelum melahirkan, untuk evaluasi kondisi mata/ retinanya. Hal ini penting untuk deteksi kelainan yg mungkin sudah ada tapi tidak menimbulkan gejala.

 

Bahaya Merokok Pada Mata

BAHAYA MEROKOK PADA MATA

Penulis : dr. Prima Retnosuri, SpM

 Merokok berkontribusi terhadap sejumlah masalah kesehatan utama, termasuk penyakit jantung, stroke, dan kanker. Tetapi banyak orang tidak tahu bahwa merokok juga mempengaruhi penglihatan Anda.

 Pada usia berapa pun, merokok meningkatkan risiko Anda untuk mengembangkan penglihatan berawan dari katarak dan kehilangan penglihatan sentral dari degenerasi makula terkait usia (AMD). Dan semakin banyak Anda merokok, semakin tinggi risiko Anda.

 Orang yang merokok dua kali lebih mungkin sebagai bukan perokok untuk mengembangkan uveitis, kondisi serius yang mempengaruhi uvea, atau lapisan tengah mata. Perokok juga berisiko lebih besar untuk mengembangkan retinopati diabetik, penyakit penglihatan-penglihatan yang mempengaruhi retina mata.

 Asap tembakau, termasuk perokok pasif, adalah iritasi yang memperparah mata kering, kondisi mata yang sangat tidak nyaman yang paling umum terjadi pada wanita setelah menopause.

 Merokok juga meningkatkan risiko kehilangan penglihatan yang serius pada orang dengan penyakit mata lainnya. Dan ketika wanita merokok selama kehamilan mereka lebih cenderung melahirkan secara prematur, menempatkan bayi mereka pada risiko yang lebih tinggi untuk penyakit yang berpotensi membutakan disebut retinopati prematuritas serta masalah kesehatan lainnya.

 Kabar baiknya adalah bahwa setelah orang berhenti merokok, risiko mereka untuk beberapa penyakit mata hampir sama rendahnya dengan orang yang tidak pernah merokok.

 Menghindari merokok dan berhenti merokok adalah beberapa investasi terbaik yang dapat Anda lakukan dalam kesehatan mata jangka panjang Anda.

 

RS MATA AINI

Mandiri Cicilan 0% 2019-07-10 -
Lomba Mewarnai 2019-05-09 -
Kaleidoskop 2018 2019-01-31 -            
BNI Cicilan 0% 2019-03-08 -

INFO RS MATA AINI

Apakah ARMD itu ? 2015-10-23 - Age-related macular degeneration (ARMD) adalah penyakit pada...
Ulkus Kornea 2017-08-24 -
Glaukoma - dr. Suci Istiqa Mustafa. SpM 2019-07-10 - Menurut Badan Kesehatan Dunia atau WHO, glaukoma merupakan p...
Katarak 2015-11-06 - Katarak adalah suatu kondisi dimana lensa yang terletak dida...

RS MATA AINI | FACEBOOK