Artikel Kesehatan

Efek Keracunan Metanol pada Mata

Efek Keracunan Metanol pada Mata
(Methanol Toxic Optic Neuropathy)

Terdapat banyak variasi efek keracunan konsumsi methanol. Salah satunya keracunan methanol dapat memberikan efek penurunan tajam penglihatan pada kedua mata secara mendadak. Angka kejadian keracunan methanol pada mata masih sulit didapatkan, namun kejadiannya dianggap masih cukup sering terjadi di Negara berkembang seperti Indonesia. Cukup sering kita dengar berita kejadian kasus ini beriringan dengan berita meninggalnya beberapa orang pasca mengkonsumsi ‘miras oplosan’.
    Metanol merupakan ‘wood alcohol’,  yang sering kali digunakan sebagai pelarut zat kimia bahan industry. Namun pada saat yang sama masih banyak orang yang menggunakannya sebagai campuran dalam minuman beralkohol.  Metanol sesungguhnya memliki derajat tokisitas yang rendah, namun setelah diserap kedalam tubuh, methanol akan diubah menjadi senyawa asam format yang sifatnya beracun. Senyawa inilah yang diduga bertanggung jawab terhadap terjadinya kondisi asidosis dalam tubuh dan gangguan fungsi penglihatan. Efek keracunan methanol pada mata akan menimbulkan keluhan pandangan kedua mata yang buram mendadak. Biasanya kejadian ini terjadi dalam kurun waktu 12 Sampai 24 jam dari waktu konsumsi minuman beralkohol.  Selain gejala pada mata, gejala lain yang mungkin timbul adalah mual, muntah, sakit kepala, kejang , penurunan kesadaran hingga kemungkinan  meninggal dunia. Pada mata sendiri biasanya pasien akan mengeluhkan gangguan penglihatan kedua mata yang cukup berat bahkan tak jarang tidak melihat sama sekali.
    Bila sudah terjadi maka penderita harus segera mendatangi instalasi gawat darurat di rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Penanganan yang segera dapat meningkatkan kemungkinan kesembuhan. Penanganan yang diperlukan mulai dari penanganan asidosis, penanganan gangguan napas, pemberian etanol sebagai zat anti terhadap methanol, pemberian bicarbonate, ataupun tindakan cuci darah (hemodialisa) sehingga membutuhkan koordinasi dengan spesialis penyakit dalam dan spesialis saraf. Pada ilmu kesehatan mata, terdapat pula alternatif pemberian terapi steroid yang sifatnya masih kontroversial hingga kini.
    Prognosis keracunan metanol pada mata berkaitan dengan mulai dari jumlah methanol yang dikonsumsi dan beratnya derajat asidosis –semakin berat asidosis, semakin berat pula kemungkinan untuk disembuhkan. Prognosis juga terkait jumlah asam format yang sudah terakumulasi dalam darah.

 

 

 

Katarak

Katarak adalah suatu kondisi dimana lensa yang terletak didalam mata berubah menjadi keruh, hal ini akan menghalangi masuknya cahaya ke dalam bola mata sehingga mengakibatkan penglihatan tergangggu
Katarak tidak perlu menimbulkan ketakutan dan kegelisahan. Secara normal merupakan bagian dari proses ketuaan yang merubah gambaran fisik dari lensa. Katarak biasanya dijumpai pada orang tua, tetapi dapat pula terjadi segera setelah kelahiran. Katarak juga dapat dihubungkan dengan penyakit tertentu misalnya diabetes atau pasca trauma.

Fakoemulsifikasi
Operasi katarak yang dilakukan selama ini disebut Operasi Katarak Ekstra Kapsuler yang secara teknis memerlukan luka operasi yang cukup lebar karena harus mengeluarkan lensa secara keseluruhan.
Teknik terbaru yang sekarang dilaksanakan di Rumah Sakit Mata Prof.DR.Isak Salim "AINI" adalah teknik fakoemulsifikasi. Teknik ini hanya membutuhkan luka operasi yang kecil. Dengan alat fako tersebut maka seluruh lensa dapat dihancurkan kemudian disedot / dihisap keluar.

Read more...

Apakah ARMD itu ?

Age-related macular degeneration (ARMD) adalah penyakit pada mata yang merusak penglihatan sentral. Penyakit ini merusak makula, yaitu suatu daerah kecil dibagian retina yang terdapat didalam bola mata. Makula berperan dalam membedakan warna dan melihat jelas atau detail Kita memerlukan penglihatan sentral untuk beraktifitas seperti membaca, mengendarai mobil/motor dan mengenali wajah seseorang. ARMD tidak mengganggu penglihatan tepi, sehingga tidak menyebabkan kebutaan total. Resiko bertambah dengan bertambah-nya umur, biasanya dimulai pada umur 50 tahun.

Read more...

Strabismus

Strabismus / mata juling adalah keadaan kedudukan ke2 bola mata dimana sumbu penglihatannya tidak sejajar. biLa satu mata melihat kearah benda yang menjadi pusat perhatiannya maka mata satunya menyimpang kearah lain.

Arah penyimpangan tersebut ada yang kearah hidung, kearah pelipis, kearah atas atau kearah bawah bahkan ada yang berputar

Read more...

Keratitis

Keratitis adalah peradangan pada kornea. Kornea merupakan jaringan transparan yang dilewati cahaya dalam proses penglihatan. Kornea berfungsi melindungi mata dari gangguan di lingkungan sekitar. Ketika kornea mengalami luka atau inflamasi, jaringan parut dapat terbentuk, dan bersifat permanen. Keratitis dapat mengancam penglihatan dan pada kasus yang berat dapat mengakibatkan kehilangan bola mata.
Data World Health Organization (WHO) menyebutkan terdapat 39 juta orang mengalami kebutaan. Kebutaan kornea menempati urutan kelima sebagai penyebab kebutaan penduduk di dunia setelah katarak, glaukoma, degenerasi makula, dan kelainan refraksi. Sedangkan di negara-negara berkembang beriklim tropis, kebutaan kornea merupakan urutan kedua setelah katarak sebagai penyebab kebutaan dan penurunan ketajaman penglihatan. Di Indonesia, berdasarkan Survei Kesehatan Indera tahun 1993-1996 didapatkan bahwa kelainan kornea menempati urutan kelima sebagai penyebab kebutaan setelah katarak, glaukoma, kelainan refraksi, serta gangguan retina.

Read more...

Glaukoma - dr. Suci Istiqa Mustafa. SpM

Menurut Badan Kesehatan Dunia atau WHO, glaukoma merupakan penyebab kebutaan kedua terbesar di seluruh dunia setelah kata-rak. Di Indonesia sendiri, berdasarkan data yang didapat oleh Kementerian Kesehatan, prevalensi penderita glaukoma pada tahun

2007 mencapai 4,6 per 1000 penduduk. Glaukoma sering disebut sebagai “si pencuri penglihatan” karena perjalanan penyakitnya tid-ak diketahui oleh penderita, sehingga terjadi penurunan fungsi penglihatan yang perlahan. Glaukoma dapat mengenai bayi baru lahir sampai orang lanjut usia, sehingga siapapun bisa menderita penyakit ini.

Apa itu glaukoma dan Penyebab Terjadinya Glaukoma

Glaukoma adalah kumpulan penyakit atau kelainan yang dapat merusak saraf mata, sehingga berakibat kehilangan fungsi penglihatan. Peningkatan tekanan di dalam bola mata (tekanan intraokular/ TIO) merupakan salah satu faktor risiko utama, namun tinggi atau rendahnya TIO tidak berperan pada definisi penyakit ini. Penyebab glaukoma adalah meningkatnya TIO, baik akibat produksi cairan dalam bola mata yang berlebihan, maupun akibat terhambatnya saluran pem-buangan cairan tersebut. Tekanan yang tinggi ini dapat merusak saraf optik mata. Hingga kini, belum dapat dijelaskan mengapa peningkatan produksi cairan dan hambatan pengeluaran cairan ini dapat terjadi


Beberapa hal dapat menjadi faktor risiko terjadinya glaukoma ini, yaitu:

- Usia > 40 tahun    - Rabun jauh (miopia)
- Riwayat keluarga dengan glaucoma
  - Kelainan jantung dan pembuluh darah
- Memiliki TIO tinggi   - Riwayat trauma mata sebelumnya
- Keturunan Afrika-Amerika atau Asia-Amerika       
            - Riwayat tekanan darah tinggi
- Riwayat diabetes mellitus   - Penggunaan steroid jangka panjang atau yang tidak sesuai indikasi dokter

 

Gejala-Gejala Yang Terjadi Pada Penderita Glaukoma?

Gejala glaukoma bisa terjadi secara cepat (akut) ataupun secara perlahan-lahan (kronis). Pada kasus glaukoma sudut tertutup, sering kali gejala berkembang dengan cepat atau akut. Orang yang terkena kondisi ini akan mengalami gejala nyeri dan merah pada mata, penglihatan menjadi buram, sakit kepala, mual dan muntah, seperti melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu. Kejadian ini merupakan keadaan gawat darurat pada mata.

Berbeda dengan glaukoma sudut tertutup, gejala pada kasus-kasus glaukoma sudut terbuka sering berkembang secara perlahan-lahan atau kronis. Penderita glaukoma jenis ini hampir tidak menyadari kerusakan yang terjadi pada mata mereka. Ciri-ciri utama glaukoma sudut terbuka kronis adalah menurunnya penglihatan tepi pada kedua mata secara perlahan-lahan, sebelum akhirnya menjadi sangat sempit atau menjadi tunnel vision. Sedangkan pada kasus glaukoma kongenital atau bawaan yang terjadi pada anak-anak, gejala yang muncul adalah mata tampak berair dan berkabut, sensitif terhadap cahaya, mata terlihat membesar (akibat tekanan yang terjadi di dalam mata). Segera bawa anak Anda ke dokter spesialis mata untuk dilakukan pemeriksaan jika mereka memiliki tanda-tanda glaukoma kongenital.

Pengobatan dan Pencegahan Glaukoma

Glaukoma harus didiagnosis dan diobati sedini mungkin. Jika kondisi ini diabaikan, maka penyakit ini akan terus berkembang dan penderitanya bisa mengala-mi kebutaan permanen. Sangat penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter spesialis mata jika Anda mengalami penurunan daya lihat yang mungkin saja disebabkan oleh glaukoma. Kerusakan mata yang ditimbulkan oleh glaukoma tidak dapat diobati atau diperbaiki kembali. Namun tujuan pengobatan pada glaukoma adalah untuk mempertahankan fungsi penglihatan yang masih tersisa dengan cara mengurangi TIO, sehingga mencegah meluasnya kerusakan pada mata. Secara umum, obat-obatan glaukoma beragam dari obat minum, obat tetes, terapi laser, hingga beragam jenis operasi glaukoma. Masing-masing pen-gobatan memiliki indikasi tertentu yang berbeda-beda. Glaukoma dapat dicegah agar tidak berkembang menjadi buruk. Lakukan pemeriksaan mata rutin ke dokter spesialis mata setiap 1 tahun sekali terutama pada orang-orang dengan riwayat keluarga menderita glaukoma. Jangan sembarangan meneteskan obat mata ke mata Anda, karena banyak kejadian glaukoma sekunder berawal dari pengobatan sendiri saat sakit mata yang tidak sesuai dengan indikasi. Ikuti pe-tunjuk dokter dan rutinlah berobat jika Anda memang sudah terdiagnosis glaukoma, sehingga penyakit ini tidak memperburuk keadaan mata Anda

More Articles...

  1. Glaukoma
  2. Retina

INFO RS MATA AINI

Tumor Mata 2017-08-28 -
Katarak 2015-11-06 - Katarak adalah suatu kondisi dimana lensa yang terletak dida...
Efek Keracunan Metanol pada Mata 2017-06-22 - Efek Keracunan Metanol pada Mata(Methanol Toxic Optic Neurop...

RS MATA AINI | FACEBOOK