Artikel Kesehatan

Apakah ARMD itu ?

Age-related macular degeneration (ARMD) adalah penyakit pada mata yang merusak penglihatan sentral. Penyakit ini merusak makula, yaitu suatu daerah kecil dibagian retina yang terdapat didalam bola mata. Makula berperan dalam membedakan warna dan melihat jelas atau detail Kita memerlukan penglihatan sentral untuk beraktifitas seperti membaca, mengendarai mobil/motor dan mengenali wajah seseorang. ARMD tidak mengganggu penglihatan tepi, sehingga tidak menyebabkan kebutaan total. Resiko bertambah dengan bertambah-nya umur, biasanya dimulai pada umur 50 tahun.

Read more...

Strabismus

Strabismus / mata juling adalah keadaan kedudukan ke2 bola mata dimana sumbu penglihatannya tidak sejajar. biLa satu mata melihat kearah benda yang menjadi pusat perhatiannya maka mata satunya menyimpang kearah lain.

Arah penyimpangan tersebut ada yang kearah hidung, kearah pelipis, kearah atas atau kearah bawah bahkan ada yang berputar

Read more...

Keratitis

Keratitis adalah peradangan pada kornea. Kornea merupakan jaringan transparan yang dilewati cahaya dalam proses penglihatan. Kornea berfungsi melindungi mata dari gangguan di lingkungan sekitar. Ketika kornea mengalami luka atau inflamasi, jaringan parut dapat terbentuk, dan bersifat permanen. Keratitis dapat mengancam penglihatan dan pada kasus yang berat dapat mengakibatkan kehilangan bola mata.
Data World Health Organization (WHO) menyebutkan terdapat 39 juta orang mengalami kebutaan. Kebutaan kornea menempati urutan kelima sebagai penyebab kebutaan penduduk di dunia setelah katarak, glaukoma, degenerasi makula, dan kelainan refraksi. Sedangkan di negara-negara berkembang beriklim tropis, kebutaan kornea merupakan urutan kedua setelah katarak sebagai penyebab kebutaan dan penurunan ketajaman penglihatan. Di Indonesia, berdasarkan Survei Kesehatan Indera tahun 1993-1996 didapatkan bahwa kelainan kornea menempati urutan kelima sebagai penyebab kebutaan setelah katarak, glaukoma, kelainan refraksi, serta gangguan retina.

Read more...

Glaukoma - dr. Suci Istiqa Mustafa. SpM

Menurut Badan Kesehatan Dunia atau WHO, glaukoma merupakan penyebab kebutaan kedua terbesar di seluruh dunia setelah kata-rak. Di Indonesia sendiri, berdasarkan data yang didapat oleh Kementerian Kesehatan, prevalensi penderita glaukoma pada tahun

2007 mencapai 4,6 per 1000 penduduk. Glaukoma sering disebut sebagai “si pencuri penglihatan” karena perjalanan penyakitnya tid-ak diketahui oleh penderita, sehingga terjadi penurunan fungsi penglihatan yang perlahan. Glaukoma dapat mengenai bayi baru lahir sampai orang lanjut usia, sehingga siapapun bisa menderita penyakit ini.

Apa itu glaukoma dan Penyebab Terjadinya Glaukoma

Glaukoma adalah kumpulan penyakit atau kelainan yang dapat merusak saraf mata, sehingga berakibat kehilangan fungsi penglihatan. Peningkatan tekanan di dalam bola mata (tekanan intraokular/ TIO) merupakan salah satu faktor risiko utama, namun tinggi atau rendahnya TIO tidak berperan pada definisi penyakit ini. Penyebab glaukoma adalah meningkatnya TIO, baik akibat produksi cairan dalam bola mata yang berlebihan, maupun akibat terhambatnya saluran pem-buangan cairan tersebut. Tekanan yang tinggi ini dapat merusak saraf optik mata. Hingga kini, belum dapat dijelaskan mengapa peningkatan produksi cairan dan hambatan pengeluaran cairan ini dapat terjadi


Beberapa hal dapat menjadi faktor risiko terjadinya glaukoma ini, yaitu:

- Usia > 40 tahun    - Rabun jauh (miopia)
- Riwayat keluarga dengan glaucoma
  - Kelainan jantung dan pembuluh darah
- Memiliki TIO tinggi   - Riwayat trauma mata sebelumnya
- Keturunan Afrika-Amerika atau Asia-Amerika       
            - Riwayat tekanan darah tinggi
- Riwayat diabetes mellitus   - Penggunaan steroid jangka panjang atau yang tidak sesuai indikasi dokter

 

Gejala-Gejala Yang Terjadi Pada Penderita Glaukoma?

Gejala glaukoma bisa terjadi secara cepat (akut) ataupun secara perlahan-lahan (kronis). Pada kasus glaukoma sudut tertutup, sering kali gejala berkembang dengan cepat atau akut. Orang yang terkena kondisi ini akan mengalami gejala nyeri dan merah pada mata, penglihatan menjadi buram, sakit kepala, mual dan muntah, seperti melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu. Kejadian ini merupakan keadaan gawat darurat pada mata.

Berbeda dengan glaukoma sudut tertutup, gejala pada kasus-kasus glaukoma sudut terbuka sering berkembang secara perlahan-lahan atau kronis. Penderita glaukoma jenis ini hampir tidak menyadari kerusakan yang terjadi pada mata mereka. Ciri-ciri utama glaukoma sudut terbuka kronis adalah menurunnya penglihatan tepi pada kedua mata secara perlahan-lahan, sebelum akhirnya menjadi sangat sempit atau menjadi tunnel vision. Sedangkan pada kasus glaukoma kongenital atau bawaan yang terjadi pada anak-anak, gejala yang muncul adalah mata tampak berair dan berkabut, sensitif terhadap cahaya, mata terlihat membesar (akibat tekanan yang terjadi di dalam mata). Segera bawa anak Anda ke dokter spesialis mata untuk dilakukan pemeriksaan jika mereka memiliki tanda-tanda glaukoma kongenital.

Pengobatan dan Pencegahan Glaukoma

Glaukoma harus didiagnosis dan diobati sedini mungkin. Jika kondisi ini diabaikan, maka penyakit ini akan terus berkembang dan penderitanya bisa mengala-mi kebutaan permanen. Sangat penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter spesialis mata jika Anda mengalami penurunan daya lihat yang mungkin saja disebabkan oleh glaukoma. Kerusakan mata yang ditimbulkan oleh glaukoma tidak dapat diobati atau diperbaiki kembali. Namun tujuan pengobatan pada glaukoma adalah untuk mempertahankan fungsi penglihatan yang masih tersisa dengan cara mengurangi TIO, sehingga mencegah meluasnya kerusakan pada mata. Secara umum, obat-obatan glaukoma beragam dari obat minum, obat tetes, terapi laser, hingga beragam jenis operasi glaukoma. Masing-masing pen-gobatan memiliki indikasi tertentu yang berbeda-beda. Glaukoma dapat dicegah agar tidak berkembang menjadi buruk. Lakukan pemeriksaan mata rutin ke dokter spesialis mata setiap 1 tahun sekali terutama pada orang-orang dengan riwayat keluarga menderita glaukoma. Jangan sembarangan meneteskan obat mata ke mata Anda, karena banyak kejadian glaukoma sekunder berawal dari pengobatan sendiri saat sakit mata yang tidak sesuai dengan indikasi. Ikuti pe-tunjuk dokter dan rutinlah berobat jika Anda memang sudah terdiagnosis glaukoma, sehingga penyakit ini tidak memperburuk keadaan mata Anda

Glaukoma

Apa itu glaukoma?

Glaukoma adalah penyakit pada syaraf penglihatan yang menyebabkan luas pandangan menyempit dan dapat berkhir dengan kebutaan.

Penyakit ini dapat mengenai satu atau dua mata dan dapat terjadi pada segala umur, baik laki-laki atau perempuan. Di banyak negara termasuk Indonesia, glaukoma merupakan penyebab kebutaan nomor dua, setelah katarak


Bagaimana Mekanisme Terjadinya Glaukoma

Penyebab penyakit ini multi faktor. Tekanan bola mata yang meninggi merupakan faktor utama. Tekanan bola mata yang meninggi ini, paling sering disebabkan oleh hambatan pengeluaran cairan bola mata (humour aquous)

Read more...

Retina

Retina adalah selaput halus yang melapisi bagian dalam mata belakang. Retina merupakan saraf yang bersambung dengan otak melalui saraf ke-2 (dua) atau saraf optik. Apa yang kita lihat disekitar kita, dihantarkan melalui retina ke Otak sehingga kita dapat melihat dan mengerti apa yang dilihat. Jadi Retina sangat penting dalam proses penglihatan.

Read more...

RS MATA AINI

PEMERIKSAAN GRATIS 2017-10-17 -
Extension Bulu Mata 2017-09-25 -
Peningkatan Mutu & Keselamatan Pasien 2017-09-15 -  INDIKATOR MUTU RUMAH SAKIT MATA AINI  A. INDIKATOR MUT...
HAK DAN KEWAJIBAN PASIEN 2017-09-09 - HAK PASIEN : Hak memperoleh informasi mengenai tata terti...

INFO RS MATA AINI

Katarak 2015-11-06 - Katarak adalah suatu kondisi dimana lensa yang terletak dida...
Retina 2015-11-06 - Retina adalah selaput halus yang melapisi bagian dalam mata ...
Extension Bulu Mata 2017-09-25 -

RS MATA AINI | FACEBOOK